Most Popular
- 2011-07-29 16:00:00
3 Tragedi Yang Pernah Menggegerkan Indonesia Tahun 80-an - 2011-05-25 17:00:00
Proses Terjadinya Tenaga Dalam - 2011-04-10 14:00:00
Keuntungan Wanita Berpayudara Kecil - 2010-12-01 01:52:00
Ini Dia Mbahnya Mi Instan - 2010-08-29 02:42:00
Istilah Baru Yang Fenomenal Di Dunia Maya
Hantu
-
28 January 2011, 02:01:58
Heboh Penampakan Hantu Tertangkap Kamera Bukan Rekayasa
Peristiwa ini benar-benar terjadi dan bukan rekayasa.Kisahnya begini: Kemarin Tanggal 27-01-2011 ,saya menyiapkan sebuah kamera pocket untuk keperluan pengambilan gambar mobil forklift.(peristiwa... -
25 October 2010, 01:10:00
Ada Penampakan Hantu di Museum Nottingham! -
25 October 2010, 01:10:00
Ada Penampakan Hantu di Museum Nottingham!
Wednesday, 23 May 2012






Monggo, Coklat Unik Dari Jogja
Ada cokelat unik di Yogyakarta buatan pria bule. Namanya, Cokelat Monggo. Rasanya pas, kemasannya pun sangat khas Kota Gudeg. Awal kisahnya, di tahun 2001, seorang pria asing asal Belgia bernama Thierry Detournay, berkunjung ke Yogya. Sebagai warga Belgia yang doyan cokelat berkualitas tinggi, Thierry kesulitan mencari cokelat yang memenuhi seleranya.
Coklat Monggo: camell
Coklat Monggo: dark
Mulailah Thierry membuat cokelat. Dari jenis truffle sampai cokelat-cokelat kecil. “Teman-teman bilang, cokelat buatan saya enak dan belum pernah mencoba cokelat seperti itu. Di Belgia, saya pernah ikut pelatihan meracik cokelat dengan ahlinya,” ujar Thiery yang fasih berbahasa Indonesia.
Belakangan, ia bertemu Edward Riando Picasauw alias Edo dan sepakat menekuni bisnis cokelat. “Modalnya cuma Rp 150 juta,” kenangnya. Mereka sempat berjualan pakai Vespa di halaman gereja sebelum akhirnya membuka toko.
Tak disangka, jualan mereka laku. “Akhirnya kami bikin CV Anugerah Mulia dan memakai label Cokelat Monggo.” Nama itu sengaja dipilih karena gampang diingat dan sangat familiar untuk masyarakat Indonesia.
Konsep memadukan cita rasa Barat dan Timur itu ternyata sukses dijalankan Thierry dan Edo. Salah satu produk unggulan Cokelat Monggo adalah Dark Chocolate.
“Kami menggunakan 58 % kokoa tanpa campuran minyak nabati, supaya rasanya benar-benar cokelat.” Aneka variasi pun dibuat. Salah satunya praline yang diberi kacang mete karena di sini susah mendapatkan hazelnut atau walnut.
Ayah satu putri ini memastikan, kualitas cokelat racikannya tidak kalah bersaing dengan yang asal Eropa, yang terkenal sangat nikmat. “Kami bikin tanpa bahan pengawet, semua alami. Prosesnya juga berbeda. Tidak semua orang bisa melakukan.”
Saat ini, setiap hari Thierry dibantu 55 karyawan dan bisa memproduksi hingga 1.000 buah cokelat, baik untuk bentuk batangan maupun kemasan khusus. Semua adonan masih dikerjakan sendiri oleh pria yang menikah dengan wanita asal Solo tersebut.
Proses pengerjaan masih dilakukan Thierry dengan cara manual. Semua cokelat diproduksi di sebuah rumah kecil di kawasan Kotagede. Keunikan lain dari kreasi Thiery terletak pada kemasannya. Mengusung konsep eco-friendly, cokelat dikemas dengan kertas daur ulang berdesain khas.
“Kami punya desainer grafis sendiri. Konsepnya sederhana, mungkin karena Yogya sekali. Kalau di Jakarta, kemasannya lebih mewah sementara untuk pasar Bali, gambarnya penari Bali,” ujar Thiery yang juga menerima pesanan khusus semisal untuk suvenir pernikahan, Natal atau Valentine. (Yeta Angelina)
Nb: Kisaran harga mulai Rp.10 ribu hingga Rp. 20 ribu.
Sumber:
http://kompas.co.id/read/xml/2009/01/06/10543767/monggo.coklat.unik.dari.jogya
Most visitors also read :
Wanita Perkosa 10 Pria Karena Hobi
Indonesia Menangi Kontes Internasional
Mobil Ariel Tabrak Wartawan
apakah nama mempengaruhi resiko penyakit jatung!!!
Proses Pembuatan PIALA DUNIA