Most Popular
- 2010-05-18 05:36:38
Makhluk-Makhluk Langka Penghuni Dasar Laut - 2011-05-04 12:00:00
Foto-Foto Menakjubkan Dari Album Guinness Book World of Records - 2011-02-22 00:25:00
Kumpulan Helicopter - Helicopter Raksasa ! - 2010-09-24 15:37:00
Ayo Obati Kecanduan Pornografi - 2011-02-07 19:30:00
Angelina Sondakh: Adjie, Jangan Tinggalin Aku!
Hantu
-
28 January 2011, 02:01:58
Heboh Penampakan Hantu Tertangkap Kamera Bukan Rekayasa
Peristiwa ini benar-benar terjadi dan bukan rekayasa.Kisahnya begini: Kemarin Tanggal 27-01-2011 ,saya menyiapkan sebuah kamera pocket untuk keperluan pengambilan gambar mobil forklift.(peristiwa... -
25 October 2010, 01:10:00
Ada Penampakan Hantu di Museum Nottingham! -
25 October 2010, 01:10:00
Ada Penampakan Hantu di Museum Nottingham!
Thursday, 24 May 2012






Misteri Monumen Bawah Laut Yonaguni
Terletak kurang lebih 125 kilometer di timur pesisir pantai Taiwan, Yonaguni merupakan sebuah pulau cantik nan eksotis. Lebih dari itu, pantai Yonaguni selalu menjadi magnet bagi para penyelam karena selain terkenal dengan keindahan bawah laut serta populasi hiu hammerhead-nya, ia juga menyimpan keajaiban bawah laut yang mungkin tidak bisa ditemui di tempat lain oleh para pecinta diving. Ya, dibawah laut pantai ini terdapat suatu bentuk formasi batu raksasa yang begitu luar biasa indah. Khalayak ramai menyebutnya sebagai Monumen Yonaguni.
Namun dibalik keindahannya, ternyata monumen Yonaguni lebih banyak menyimpan misteri. Sejak ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam berkebangsaan Jepang, Kihaciro Aratake di tahun 1987, hingga kini monumen batu yang terkubur pada kedalaman 30 meter tersebut begitu banyak menimbulkan perdebatan. Banyak ahli arkeologi dan geologi mengganggapnya sebagai formasi batu yang terbentuk melalui proses alam, namun tak sedikit pula yang menggapnya sebagai buah tangan manusia. Namun kalau boleh jujur, sulit rasanya mempercayai monumen Yonaguni terbentuk melalui proses alam mengingat kesempurnaan presisi disetiap susunan batu hingga membentuk suatu mahakarya seperti ini. Ciptaan manusia kalau menurut pendapat saya pribadi.
Tangga?
Yonaguni symbol
Jikalau benar buatan manusia, lalu peradaban manakah yang menciptakannya? Kemungkinan besar, inilah bangunan yang menjadi saksi bisu akan kejayaan peradaban Lemuria yang hilang ditelan masa itu. Peradaban Mu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lemuria, merupakan salah satu peradaban hilang yang begitu terkenal selain Atlantis, Sodom-Gomora, Troya, dan Tiahuanaco. Menurut arkeolog David H Childress, sejarah peradaban ini hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu saja. Peradaban Lemuria mungkin telah ada sejak 78.000 tahun yang lalu dan diperkirakan terletak di samudera Pasifik. Sama halnya dengan Atlantis dan Sodom-Gomora, banyak yang mengatakan peradaban Lemuria hancur oleh bencana alam sekitar 26.000 tahun yang lalu. Namun tak sedikit pula yang berpendapat ia adalah salah satu “korban” akhir zaman es sekitar 10.000 tahun yang lalu atau pada awal kala Holosen (akhir Pleistosen).
Namun karena masih sangat minimnya catatan arkeologi akan peradaban Lemuria sehingga banyak yang mengatakannya hanya sebatas legenda, serta adanya beberapa kontradiksi sejarah membuat banyak yang meyakini bangunan monolit bawah laut Yonaguni terbentuk melalui proses geologi yang sebetulnya sulit untuk dijelaskan.
Terlepas dari perdebatan diatas, saya melihat bangunan ini memiliki banyak kesamaan dalam segi arsitektur dengan beberapa situs peninggalan sejarah di Amerika Latin. Monumen Yonaguni sekilas mengingatkan saya akan Machu Picchu, yang sering disebut sebagai kota hilang pada sejarah kerajaan Inca di Peru. Apakah ini merupakan bentuk akulturasi dalam bentuk arsitektur bangunan monolit Amerika Latin – Lemuria? Sepertinya demikian dan itu sering kita temukan pada bangunan peninggalan sejarah diseluruh dunia.(Dipta)
source
Most visitors also read :
Satpamnya Rumah Wayne Rooney
Anak Cerdas Berkat Tidur 11 Jam
Misteri 3 Orang Di DVD Windows Vista
KPK Diminta Periksa Saksi Kunci Angie dan Koster
Anak Buah Imam Samudera Tewas Ditembak di Bali