Sebelumnya, organisme bersel tunggal yang hidup di lingkungan anaerobik (tanpa oksigen) telah ditemukan di masa lalu, tetapi para peneliti belum pernah menemukan hewan bersel banyak atau metazoa hingga sepuluh tahun terakhir.
Penemuan tersebut diungkapkan secara detail dalam jurnal BMC Biology pada 6 April 2010.
Dalam satu dasawarsa terakhir, peneliti Roberto Danovaro dari Polytechnic University of Marche di Ancona, Italia, beserta rekan-rekannya melakukan tiga ekspedisi di perairan selatan Yunani untuk mencari tanda kehidupan dengan menggunakan sampel lumpur dari basin dalam dan berkadar garam tinggi di Laut Mediterania dengan kedalaman lebih dari 3.250 meter. Basin-basin ini sama sekali tidak mengandung oksigen, dan dipenuhi sulfida dalam level beracun.
Dalam lingkungan ekstrim ini, para peneliti hanya berharap akan melihat virus, bakteri, dan mikroba lain. Tubuh hewan multi-sel ini sebelumnya telah ditemukan dalam sedimen tersebut, tetapi para peneliti mengira hewan itu tenggelam ke laut dalam dari perairan atas yang masih beroksigen.
“Ternyata, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa hewan-hewan yang kami temukan tetap hidup,” kata Danovaro, seperti dikutip dari laman LiveScience, Rabu 7 April 2010. “Malah beberapa di antaranya mengandung telur,” tambahnya.
Makhluk berukuran panjang kurang dari 1 milimeter ini bernama loricifera. Hewan-hewan ini nampak seperti ubur-ubur yang baru tumbuh dari sebuah tempurung.
Mikroskop elektron menemukan bahwa tiga spesies baru loricifera ini tidak memiliki mitokondria, komponen pembuat energi di dalam sel makhluk hidup yang antara lain berfungsi menghasilkan energi dari oksigen.
Sebaliknya, mereka memiliki sejumlah besar organel menyerupai hydrogenosom, bentuk anaerobik dari mitokondria, yang ditemukan dalam organisme bersel tunggal yang menghuni lingkungan tanpa oksigen.
“Penemuan baru yang menggembirakan ini membuka jalan untuk menyingkap kehidupan metazoa di lingkungan bebas oksigen lainnya, sebagai contoh di bawah permukaan laut di bawah vent hidrotermal atau zona subduksi, atau di basin-basin anaerobik lain,” kata pakar oseanografi biologi, Lisa Levin, merujuk pada zona subduksi di mana terletak lempeng tektonik Bumi yang kadang menimbulkan gempa bumi.
“Tempat paling baik untuk melakukannya kemungkinan di Basin Cariaco dan Laut Hitam, dan juga basin-basin di perairan selatan California dan Baja California,” tambah Levin.
Incoming search terms for the article:
- hewan ajaib (37)
Related posts
- TNI Segera Miliki Pesawat Intai Tanpa Awak
- Misteri Penampakan Hantu Pocong Di Bogor
- Cantik, Tapi Gak Punya Lubang Hidung
- Stadion Terbesar di Dunia
- 5 Hewan yang Punya Senjata Tajam Sebagai Perisai Diri
- Jakarta & Banten Berpotensi Gempa Besar....!!!!!
- 10 Cara Melihat HANTU, Ada yang Berani?
- Nurdin Bantah Cari Dukungan di Kongres PSSI
- Foto Proses Pembuatan Menara Eiffel
- di balik Rahasia Kota Mekah





You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.








