Nama kakek ini adalah Aleh Suhendro, warga Desa Puger Kulon Kecamatan Puger. Ia menciptakan alat itu, karena terilhami dengan banyaknya kecelakaan tabung gas elpiji di masyarakat. Bahkan, gara-gara banyaknya kecelakaan itu, sang istri pun takut menggunakan elpiji.
Idenya sederhana: menggunakan beberapa alat untuk membunyikan sirine, begitu ada gas yang bocor. Ia menyusun semacam alat dari toples plastik, pir, karet spiral pembungkus shock sepeda motor, pipa plastik, botol susu bayi dan alarm bekas boneka anak-anak.
Tanpa mengubah bentuk asli regulator atau tabung, saluran gas yang biasanya dipasangi regulator dan seal, oleh Suhendro ditutup dengan alat buatannya itu. Jika ada kebocoran, maka botol bayi yang diisi air dan toples plastik itu akan menampung gas tersebut.
Jika gas sudah mulai bocor, maka muncul gelembung udara yang nantinya secara otomatis juga akan membunyikan sirine sebagai pendeteksi. “Begitu sirine terdengar, lepas regulator dan jangan menyalakan api maupun listrik dulu,”
sumber :http://fathur-net.blogspot.com
Incoming search terms for the article:
- cache:AeipVLXKP_QJ:beritaaneh com/2010/07/gedenya-gaji-di-jepang/ berapa gaji kotor (2)
- cache:AeipVLXKP_QJ:beritaaneh com/2010/07/gedenya-gaji-di-jepang/ gaji rata-rata pilot (1)
Related posts
- Seorang Programmer Ganti Jari Tangan dengan "Flash Disk"
- Model Sepak Bola Yang Seksi, Bikin Cowok Ketagihan
- Rambut Keriting Termahal, Harganya Rp 9 Miliar (Gilaa..!!!!)
- Matahari Di Tengah Malam, Midnight Sun
- Scoopy Berbaju Batik Muncul Di Facebook
- Kamus Istilah Sex, Edisi Bokep - Video Porno Diperagakan Mr.P (Khusus Dewasa)
- Keadaan PSK Di Milan (Khusus Dewasa)
- Alasan Wanita Tak Suka Pria Berambuk Gondrong
- lacak asal no telpon
- Desa Mati di Morosari Demak
You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.





