Berita  AnehThursday, 24 May 2012
Find Us on : RSS/Feed Facebook

You Are Here: Home » ragam » penemuan harta karun di cirebon senilai 720 milyar

penemuan harta karun di cirebon senilai 720 milyar

KD - 3 May 2010, 11:05

Penemuan kapal berisi harta karun di perairan utara Cirebonkemungkinan besar akan mengubah sejarah masuknya Islam ke Indonesiayang semula tertulis sekitar tahun 1.100-an menjadi lebih awal, yakni tahun 904 Masehi.
harta karun di cirebon

“Dari penelitian yang dilakukan ilmuwan Jerman dan Perancis terdapat bukti-bukti sejarah mengenai masuknya Islam ke Indonesia pada tahun 904 Masehi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi setelah diterima Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, laporan berisi bukti-bukti hasil penelitian awal yang menunjukkan keberadaan kapal tersebut dari aspek sejarah saat ini sudah dilaporkan ke presiden dan wakil presiden.

Pemerintah berharap penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan berkewarganegaraan Jerman, Fred Dobberphul, dan ilmuwan berkewarganegaraan Perancis, Jean Paul Blancan, itu bisa diteruskan oleh keduanya untuk mengungkap lebih jauh sejarah kedatangan Islam.

Kapal yang ditemukan pertama kali pada awal 2004 itu disinyalir dibangun oleh putra-putra Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya dengan keahlian arsitektur yang tinggi karena kapal tersebut bisa berlayar sampai ke daratan China, Arab, dan negara-negara lain.

“Ini yang dibuktikan oleh kedua peneliti itu. Ada bukti tulisan dalam bahasa Arab hasil temuan di kapal yang menunjukkan masuknya ke Indonesia pada tahun 904 Masehi saat Dinasti Tsung berkuasa,” katanya.

Numberi menambahkan, bukti-bukti secara ilmiah sudah cukup lengkap namun pemerintah tetap memberi kesempatan kepada kedua peneliti untuk mencari serpihan kapal di dasar laut untuk direkonstruksi dan diteliti bagaimana teknologi pembuatan kapal pada saat itu.

Namun, menurut dia, penelitian sementara mereka menunjukkan bahwa teknologi yang dipakai bukan berasal dari China atau kerajaan-kerajaan asing lainnya melainkan dari orang Indonesia sendiri.

Numberi mengatakan, Wapres Jusuf Kalla ingin mengetahui tentang nasib kedua peneliti yang sempat ditahan Mabes Polri sekitar lima minggu lalu dengan tuduhan mencari harta karun secara ilegal namun saat ini mereka sudah dibebaskan dan telah diberikan izin untuk melanjutkan penelitiannya.

“Kedua orang asing itu adalah ilmuwan yang bertugas menyelidiki kapal dari segi sejarah, bukan harta karunnya,” kata Numberi.

Sementara itu, harta karun yang antara lain berupa guci, emas, dan batu-batuan berharga saat ini disimpan di Bank Mandiri.

Wapres seperti dikutip Numberi juga meminta Polri untuk menyerahkan serpihan-serpihan kayu, tulang manusia, dan lain-lain yang masih disimpan untuk diteliti lebih lanjut agar jangan sampai musnah.

Numberi juga menambahkan, pemerintah akan melakukan lelang melalui balai lelang Indonesia sekitar Desember mendatang di Amsterdam.

Terkait dengan lelang ini, Balai Lelang Indonesia (Balindo) akan bekerjasama dengan PT Paradikma Putera Sejahtera yang selama ini mendapatkan izin untuk mencari harta karun di Cirebon tersebut, katanya.

Harta karun yang diperkirakan bernilai US$20 juta itu tidak semuanya dilelang karena sebagian akan disimpan di museum, katanya.

“Jika sejarah harta karun tersebut bisa dibuktikan dengan lengkap, hal ini akan bisa memberikan nilai yang lebih tinggi menjadi sekitar US440 juta,” katanya.
harta karun di cirebon harta karun di indonesia

Harta karun Cirebon

Dari RRI

Cirebon, Setelah penemuan Harta Karun Dinasti Ming di Perairan Cirebon yang disita dari kegiatan pencarian ilegal di perairan Blanakan, Kabupaten Subang beberapa waktu lalu, Tim penanganan indikasi Ilegal Barang Barharga Muatan Kapal Tenggelam BMKT dari Kementrian Budaya dan Pariwisata, ke Cirebon untuk melakukan penelitian dan investigasi terhadap penemuan ribuan keramik Cina tersebut.

Kepada RRI Ketua tim penanganan, Rini Supriyatun yang juga arkeolog dari Dirjen Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Bawah Air mengatakan, pihaknya belum memastikan nilai dan usia barang-barang antik tersebut karena proses penelitian masih dilakukan. Yang jelas tegas RINI sesuai UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, penemuan tersebut sudah masuk kategori benda purbakala atau Benda Cagar Budaya BCG.

Hingga sore kemarin, pihaknya baru menemukan sepuluh jenis keramik yang berbeda dari enam dus harta karun sitaan yang baru selesai diklasifikasi. Dari bentuk dan motifnya, kata Rini, keramik Cina yang ditemukan di perairan Blanakan Subang ini mempunyai keunikan tersendiri, selain itu dari sisi usia, Rini memperkirakan benda-benda kono ini tidak lebih tua dari penemuan serupa di perairan Karangsong, Indramayu Pada tahun 2004 yang dipastikan merupakan peninggalan Dinasti Ming sekitar abad ke 10.

Sementara itu Danlanal Cirebon Letkol Laut P Deny Septiana mengatakan, Periran Cirebon sudah sejak lama dikenal sebagai tempat perburuan liar harta karun atau Benda Berharga Muatan Asal Kapal Tenggelam BMKT. Perburuan tidak hanya dilakukan oleh penyelam tradisional dan nelayan lokal dengan peralatan yang sederhana, tetapi diduga melibatkan sindikat internasional.

Menurutnya Perairan Cirebon menjadi lahan perburuan bagi pencari harta karun dari seluruh dunia, dari sekira 640 lokasi benda berharga BMKT, 120 titik di antaranya terletak di wilayah perairan Cirebon. Dengan potensi yang ada, tidak heran sudah banyak pemburu liar melakukan pengambilan benda-benda antik dari dasar laut. Permasalahan Perburuan Harta Karun yang mencuat akhir–akhir ini dengan disitanya ribuan keramik peninggalan Dinasti Ming ke 10 ini, diperkirakan sudah berlangsung lama.

Sementara itu, menanggapi permasalahan Ijin Eksplorasi wilayah Laut yang dilakukan oleh pihak swasta, Kasi Perijinan Direktorat Peninggalan Bawah Air, Dirjen Sejarah dan Purbakala, Kementrian Budaya dan Pariwisata, Pahang mengatakan, kalau pihaknya memang telah mengeluarkan Ijin tersebut. Pihaknya juga membenarkan banyaknya upaya-upaya pencarian baik yang dilakukan secara legal maupun ilegal untuk mengangkat harta karun yang tersimpan di dasar perairan Cirebon.

Pahang mencontohkan kasus pencarian ilegal seperti ditemukan dua kapal layar motor KLM Alini Jaya dan KLM Asli tanpa awak yang membawa ribuan harta karun yang jumlahnya mencapai ribuan di perairan sekitar Ciasem, Blanakan, Subang, Jabar yang tertangkap oleh Ditpolair Jabar.

bila ini menarik bagikan dengan teman di facebookmu aneh ajaib unik foto unik heboh berita terkini hari ini populer tren cara buat cara bikin hack facebook hack blog hack akun misterius ajaib video no porn aneh tapi nyata adalah buat info download free gratis aneh ajaib unik foto unik heboh berita terkini hari ini populer tren cara buat cara bikin hack facebook hack blog hack akun misterius ajaib video no porn aneh tapi nyata adalah buat info download free gratis